Etika dan Kebiasaan Lokal yang Perlu Dipahami saat Berkunjung ke Tiongkok

Wisatawan tidak diharapkan tahu semua aturan. Namun, memahami beberapa kebiasaan seperti makan bersama, memberi hadiah, dan sikap di tempat ibadah membuat interaksi jauh lebih hangat.

Warga Tiongkok umumnya memaklumi wisatawan yang belum paham kebiasaan lokal. Kamu tidak perlu menghafal semua aturan. Yang paling penting adalah bersikap sopan, sabar, dan mau mengamati. Beberapa kebiasaan dasar tentang makan bersama, memberi hadiah, dan bersikap di tempat bersejarah akan membuat interaksimu terasa lebih hangat.

Perlu diingat, Tiongkok adalah negara yang sangat luas. Kebiasaan di Beijing bisa berbeda dengan Chengdu, Guangzhou, atau desa di Yunnan. Generasi muda di kota besar juga sering lebih santai. Anggap catatan di bawah sebagai panduan umum, bukan aturan mutlak. Cara termudah untuk belajar tetap sama di mana pun: perhatikan apa yang dilakukan orang di sekitarmu, lalu ikuti.

Sapaan dan Perkenalan

  • Ni hao (halo) adalah sapaan umum. Untuk orang yang lebih tua atau situasi formal, nin hao terdengar lebih hormat.
  • Xiexie berarti terima kasih. Mengucapkannya dengan senyum sudah sangat membantu.
  • Jabat tangan biasa sudah lazim. Pelukan atau cium pipi tidak umum dalam pertemuan pertama.
  • Nama keluarga ditulis di depan. Bila seseorang bernama Wang Li, Wang adalah nama keluarga. Dalam situasi formal, panggil dengan nama keluarga ditambah sebutan seperti “Tuan” atau jabatan.

Makan Bersama: Budaya Berbagi

Makan di Tiongkok sering bersifat komunal. Hidangan diletakkan di tengah meja, sering di atas meja putar, lalu semua orang mengambil sedikit demi sedikit. Ini salah satu pengalaman paling menyenangkan selama berkunjung, karena kamu bisa mencicipi banyak hidangan sekaligus. Bila kamu penasaran dengan ragam masakannya, baca pengantar kuliner regional Tiongkok. Beberapa kebiasaan yang perlu dipahami:

Soal sumpit

  • Jangan menancapkan sumpit tegak di mangkuk nasi. Posisi ini mengingatkan pada dupa di upacara pemakaman.
  • Jangan mengetuk mangkuk dengan sumpit atau memakai sumpit untuk menunjuk orang.
  • Bila tersedia sumpit atau sendok saji, gunakan untuk mengambil dari piring bersama.
  • Letakkan sumpit di sandaran sumpit atau di atas piring saat beristirahat.

Soal meja putar

Putar meja perlahan searah jarum jam, dan tunggu sampai tidak ada orang yang sedang mengambil makanan. Bila ada tamu kehormatan, hidangan baru sering diputar ke arahnya lebih dulu.

Soal tuan rumah dan tagihan

Dalam jamuan, tuan rumah biasanya memesan makanan dan membayar. Berebut membayar kadang terjadi sebagai bentuk sopan santun. Bila kamu diundang, terima dengan ucapan terima kasih dan tawarkan untuk mentraktir di kesempatan lain. Tuan rumah juga mungkin menaruh makanan ke piringmu sebagai tanda perhatian. Cicipi sedikit, meski kamu tidak harus menghabiskan semuanya. Menyisakan sedikit makanan di piring kadang dimaknai bahwa tuan rumah sudah menjamu dengan cukup.

Bersulang

Pada acara formal, bersulang (ganbei, secara harfiah “keringkan gelas”) cukup sering. Kamu boleh menolak alkohol dengan sopan dan bersulang memakai teh atau minuman lain. Saat bersulang dengan orang yang lebih senior, posisikan gelasmu sedikit lebih rendah sebagai tanda hormat. Untuk konteks jamuan bisnis, ada penjelasan lebih lengkap di artikel perjalanan bisnis ke Tiongkok.

Memberi dan Menerima Hadiah

Membawa oleh-oleh kecil dari Indonesia, seperti kopi, teh, kerajinan, atau camilan khas daerah, biasanya diterima dengan senang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Berikan dan terima hadiah dengan dua tangan.
  • Penerima kadang tidak langsung membuka hadiah di depanmu. Itu normal, bukan tanda tidak suka.
  • Hindari jam dinding atau jam meja sebagai hadiah. Dalam bahasa Mandarin, ungkapan “memberi jam” terdengar mirip dengan ungkapan terkait kematian.
  • Hindari benda tajam seperti pisau atau gunting, yang bisa dimaknai memutus hubungan.
  • Angka empat sering dihindari karena bunyinya mirip kata “mati”. Angka delapan dianggap membawa keberuntungan.
  • Bungkus berwarna merah atau emas terasa meriah. Putih polos lebih terkait dengan duka.

Di Kuil dan Tempat Bersejarah

  • Berpakaian sopan dan bicara pelan.
  • Perhatikan papan larangan memotret, terutama di dalam aula yang berisi patung.
  • Jangan menginjak ambang pintu tinggi di kuil tradisional; langkahi saja.
  • Ikuti arah berjalan pengunjung lain bila ada jalur searah.
  • Jangan menyentuh atau memanjat bagian bangunan bersejarah.
  • Bila ingin menyalakan dupa, gunakan dupa yang disediakan dan ikuti tata cara yang terlihat dilakukan warga.

Foto dan Privasi

Minta izin sebelum memotret orang dari dekat, terutama orang tua, biksu, atau pedagang. Isyarat menunjuk kamera sambil tersenyum biasanya sudah cukup dipahami. Di beberapa area seperti fasilitas militer, kantor pemerintah, atau titik pemeriksaan keamanan, memotret bisa dilarang. Ikuti rambu dan arahan petugas. Pemakaian drone juga diatur ketat, jadi jangan menerbangkannya tanpa memastikan izin.

Antre, Keramaian, dan Ruang Pribadi

Di kota besar, antre di stasiun metro dan kereta umumnya tertib. Namun, di tempat yang sangat ramai, jarak antarorang bisa lebih rapat daripada yang biasa kamu alami. Tetap tenang dan jangan tersinggung. Pada musim libur nasional, tempat wisata populer bisa sangat padat, jadi pilih waktu kunjungan pagi atau sore. Banyak atraksi besar kini memakai sistem reservasi dengan nama dan nomor paspor, jadi pesan lebih awal.

Topik Pembicaraan

Warga lokal biasanya senang ditanya tentang makanan daerah, tempat wisata favorit, atau kota asal mereka. Mereka juga mungkin bertanya tentang usia, pekerjaan, gaji, atau status pernikahanmu. Pertanyaan seperti ini sering sekadar bentuk keakraban. Jawab seperlunya dengan ramah. Sebaliknya, hindari membuka perdebatan politik atau isu sensitif dengan orang yang baru dikenal. Pujian tulus tentang budaya dan kuliner mereka selalu menjadi pembuka yang baik.

Ungkapan Kecil yang Berguna

Ungkapan Arti Kapan dipakai
Ni hao Halo Menyapa
Xiexie Terima kasih Setelah dilayani
Bu yao Tidak mau Menolak tawaran pedagang dengan sopan
Duibuqi Maaf Saat menyenggol atau salah
Bu la Tidak pedas Memesan makanan
Mai dan Minta tagihan Di restoran

Soal Tip dan Tawar-Menawar

Memberi tip tidak menjadi kebiasaan umum di sebagian besar restoran dan taksi di Tiongkok daratan. Hotel internasional atau tur berpemandu mungkin berbeda. Bila ragu, tanyakan kepada pemandu atau staf hotel. Tawar-menawar wajar di pasar suvenir, tetapi tidak di toko berlabel harga, supermarket, atau restoran. Tawar dengan senyum, dan bila tidak cocok, ucapkan terima kasih lalu pergi dengan sopan.

Daftar Periksa Sikap

  • Pelajari sapaan dan ucapan terima kasih.
  • Gunakan dua tangan saat memberi kartu, uang, atau hadiah.
  • Pahami aturan sumpit dasar.
  • Bawa oleh-oleh kecil bila akan bertamu.
  • Minta izin sebelum memotret orang.
  • Berpakaian sopan di kuil.
  • Hindari perdebatan sensitif.

Pada akhirnya, niat baik lebih penting daripada kesempurnaan. Senyum, kesabaran, dan rasa ingin tahu akan membuka banyak pintu. Bila kamu baru akan merencanakan perjalanan, mulai dari hal teknis di panduan wisata Tiongkok pertama kali.